Suatu waktu, adalah seorang gadis remaja. Ia seorang yang sangat 'sempurna'. Ia pandai, cantik, ramah, kaya, dan mudah bergaul. Ia juga tidak sombong dan mau bergaul dengan semua golongan. Lebih dari itu, ia juga seorang yang taat pada Tuhan. Ia seorang aktivis gereja yang sangat produktif & luar biasa.
Suatu ketika, ia mempunyai seorang teman laki-laki di sekolahnya. Sangat berkebalikan dengannya, ia seorang yang pas-pasan, tidak pandai, dan tidak disukai banyak orang. Ia adalah seorang yang kelihatannya tidak memiliki masa depan yang jelas. Namun demikian, gadis ini tidak menjauhinya. Ia justru mendekatinya, menjadi teman yang baik baginya, menjelaskan pelajaran yang tidak dimengertinya, dan bahkan mentraktirnya di kantin sekolah ketika ia tidak punya cukup uang untuk jajan. Lebih dari itu juga, ia terus mendorong temannya itu untuk datang ke gereja & mengenal Tuhan. Namun si teman laki-laki ini selalu menolak untuk datang ke gereja. Gadis itu tidak putus harapan, ia senantiasa mendorongnya dengan setia, walau usahanya kerap tidak membuahkan hasil yang memuaskan.
Keadaan berlangsung cukup lama, sampai suatu ketika terjadi sesuatu yang tragis. Dalam suatu insiden, gadis itu tertabrak mobil dan akhirnya meninggal dunia. Tentu saja ini adalah suatu pukulan yang luar biasa bagi si teman laki-laki ini. Di sela-sela dukacitanya, ia berkeinginan untuk 'membayar hutang'nya selama ini pada gadis itu. Ia berpikir bahwa dengan datang ke gereja, ia dapat melunaskan hutangnya karena selama ini sang gadis selalu memohon dia untuk datang ke gereja. Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke gereja, hanya satu kali saja, setelah itu hutangnya lunas.
Ketika si teman laki-laki itu datang ke gereja, ia mendengarkan Firman Tuhan, yang menyatakan padanya tentang seorang sahabat sejati yang senantiasa menaruh kasih setiap waktu. Ia teringat pada kasih yang diberikan gadis itu kepadanya & Tuhan menyentuh hatinya melalui kenangannya itu. Pada hari itu juga, ia memutuskan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya.
Ia pun terus bertumbuh dan bertumbuh dalam kasih dan dalam Kristus. Walau laki-laki itu tidak mengenyam pendidikan musik secara formal, namun nada-nada bergelora dalam hatinya. Oleh sebab itu, ia menciptakan banyak lagu, di antaranya : 'Sejauh timur dari barat', 'mujizat itu nyata', 'hati sebagai hamba', 'sungguh indah Kau Tuhan', dll. Lagu-lagu itu pula yang saat ini begitu mewarnai kehidupan rohani orang-orang Kristen di Indonesia. Laki-laki dengan masa depan yang tidak jelas itu adalah JONATHAN PRAWIRA, salah satu komposer musik rohani besar di Indonesia, yang memberi kontribusi besar pada kehidupan rohani jutaan orang percaya.
Teman, bagaimana dengan kita? Ketika kita melihat orang-orang yang tidak berpengharapan, orang-orang yang begitu menyebalkan bagi kita, orang-orang yang mungkin kita pikir tidak mungkin berkarya bagi Tuhan karena saking bejatnya mereka; apa yang kita akan perbuat dengan mereka? Membiarkannya? Bukankah semua orang juga akan berbuat hal yang sama?
Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, mari kita merenungkan hal ini. Bagaimana jika seandainya gadis remaja itu tidak pernah mengajak teman laki-lakinya itu ke gereja? Bagaimana jika gadis sempurna itu berlaku seperti orang lain, yang menjauhinya dan tidak menaruh perhatian padanya? Bagaimana jika gadis itu berpikir,"Ah, apa untungnya aku dekat-dekat dengan dia"? Jawabannya jelas. Kita tidak akan mengenal Jonathan Prawira dan puluhan lagu rohani karyanya.
Demikian pula kita. Jangan pernah berhenti bersaksi, dan menaburkan kasih Kristus kepada sesamamu. Karena kita semua tidak akan pernah tahu, siapa yang akan kita tuai. Kita tidak akan pernah tahu, sebesar apa hasil orang yang kita tabur dengan kasih Kristus. Kita tidak akan pernah tahu, bahwa akan ada Jonathan Prawira – Jonathan Prawira yang lain yang akan kita tuai. Lihatlah sekelilingmu, itulah ladang-ladang yang Tuhan sediakan untuk kita menabur benih kasih. Oleh sebab itu, di manapun, kapanpun, ubahlah cara pandangmu, dan TETAPLAH MENABUR!
-Berdasarkan kesaksian pribadi Jonathan Prawira-
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Rabu, 02 Desember 2009
Dua Cara Untuk Tetap Hidup Dalam FirmanNya
"Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu" Amsal 7:1
Kitab Amsal mengajarkan begitu banyak hikmat bagi umat Tuhan. Jika kita mau merenungkan ayat dari kitab ini setiap hari, maka kita akan mendapatkan pelajaran yang berharga bagi kehidupan kita. Sehingga dalam tiap langkah hidup kita, walaupun berbagai masalah menghadang, kita akan tetap dapat berdiri kuat mengatasi setiap masalah. Badai sekuat apapun yang menerpa kehidupan kita tidak akan dapat menggoyahkan iman kita ketika hidup kita mengandalkan Firman Tuhan.
"Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian" Ams 9:10
Ketika kita memilih untuk hidup di dalam jalan Tuhan, maka hikmat dari Tuhan akan dicurahkan bagi kita, sehingga dengan hikmatNya itu kita dapat berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Raja Salomo, anak dari Raja Daud, begitu menggantungkan hidupnya kepada Tuhan, sehingga Tuhan memberikan hikmat yang luar biasa bagi Salomo. Hidup Salomo begitu diberkati Tuhan dan menjadi raja yang sangat dikenal sampai ke segala bangsa pada jamannya. Demikian juga dengan kehidupan kita saat ini, ketika kita menggantungkan hidup kita kepada Tuhan, maka Dia akan memelihara hidup kita dan memberkati setiap langkah hidup yang kita jalani.
Ada dua hal yang perlu dilakukan untuk tetap hidup di dalam FirmanNya:
1. "Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu" Ams 7:2
Tuhan memerintahkan kita untuk berpegang kepada segala perintahNya. Ini berarti bahwa dalam pekerjaan, aktivitas, kegiatan sosial dan lain sebagainya, kita harus tetap berpegang teguh pada FirmanNya. Jangan sampai kita berkompromi dengan cara-cara dunia yang selalu menggoda kita untuk dapat meraih keinginan kita.
Tuhan mengatakan untuk menyimpan ajaranNya seperti kita menjaga biji mata kita sendiri. Kita akan melindungi mata kita sedemikian rupa apabila ada sesuatu yang mengganggu atau akan menyakiti mata kita. Seperti itulah yang Tuhan inginkan ketika kita menyimpan ajaranNya.
FirmanNya harus kita jaga sedemikian rupa agar selalu hidup dalam hati kita. Jangan biarkan hal-hal duniawi lebih mendominasi hidup kita dibandingkan dengan FirmanNya. Karena seberapa banyak hal-hal yang masuk dalam hidup kita, seperti itulah jalan kehidupan kita. Jika hal-hal duniawi lebih banyak masuk dalam pikiran/hati kita, maka kita akan bertindak dipengaruhi oleh keinginan daging. Tetapi jika lebih banyak Firman Tuhan yang masuk dalam hidup kita, maka Firman itu akan bertumbuh subur dan menjadi berbuah dalam hidup kita, sehingga setiap langkah kehidupan kita akan mencerminkan terang kasih Tuhan.
Dengan membaca Firman Tuhan setiap hari, maka kita menjaga FirmanNya tetap hidup di dalam hati kita.
2. "Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu" Ams 7:3
Tuhan juga memerintahkan untuk menambatkannya pada jari kita. Ini berarti bahwa kita harus membuat agar FirmanNya dapat lekat dalam hidup kita, dan tidak terlepas dari kehidupan kita. Jika ada sesuatu yang terikat pada jari kita maka kita akan selalu teringat akan benda tersebut. Tuhan juga mau agar kita selalu ingat bahwa ada Firman Tuhan yang selalu lekat dalam hati kita.
Untuk itu kita juga harus menuliskan segala firmanNya dalam loh hati kita, yaitu menjadikan FirmanNya sebagai rhema dalam kehidupan kita. Melakukan dan mempraktekkan Firman Tuhan dalam pekerjaan, kepada keluarga, lingkungan, teman dan lainnya, akan menjadikannya sebagai rhema dalam hidup kita. Dengan begitu kita tidak akan mudah lupa akan apa yang menjadi perintah Tuhan.
Langsung praktekkan setiap Firman Tuhan yang kita baca setiap hari, maka Firman itu akan senantiasa lekat dalam hidup kita, dan akan membawa berkat kehidupan bagi kita semuanya.
"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. " Amsal 1:7
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Kitab Amsal mengajarkan begitu banyak hikmat bagi umat Tuhan. Jika kita mau merenungkan ayat dari kitab ini setiap hari, maka kita akan mendapatkan pelajaran yang berharga bagi kehidupan kita. Sehingga dalam tiap langkah hidup kita, walaupun berbagai masalah menghadang, kita akan tetap dapat berdiri kuat mengatasi setiap masalah. Badai sekuat apapun yang menerpa kehidupan kita tidak akan dapat menggoyahkan iman kita ketika hidup kita mengandalkan Firman Tuhan.
"Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian" Ams 9:10
Ketika kita memilih untuk hidup di dalam jalan Tuhan, maka hikmat dari Tuhan akan dicurahkan bagi kita, sehingga dengan hikmatNya itu kita dapat berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Raja Salomo, anak dari Raja Daud, begitu menggantungkan hidupnya kepada Tuhan, sehingga Tuhan memberikan hikmat yang luar biasa bagi Salomo. Hidup Salomo begitu diberkati Tuhan dan menjadi raja yang sangat dikenal sampai ke segala bangsa pada jamannya. Demikian juga dengan kehidupan kita saat ini, ketika kita menggantungkan hidup kita kepada Tuhan, maka Dia akan memelihara hidup kita dan memberkati setiap langkah hidup yang kita jalani.
Ada dua hal yang perlu dilakukan untuk tetap hidup di dalam FirmanNya:
1. "Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu" Ams 7:2
Tuhan memerintahkan kita untuk berpegang kepada segala perintahNya. Ini berarti bahwa dalam pekerjaan, aktivitas, kegiatan sosial dan lain sebagainya, kita harus tetap berpegang teguh pada FirmanNya. Jangan sampai kita berkompromi dengan cara-cara dunia yang selalu menggoda kita untuk dapat meraih keinginan kita.
Tuhan mengatakan untuk menyimpan ajaranNya seperti kita menjaga biji mata kita sendiri. Kita akan melindungi mata kita sedemikian rupa apabila ada sesuatu yang mengganggu atau akan menyakiti mata kita. Seperti itulah yang Tuhan inginkan ketika kita menyimpan ajaranNya.
FirmanNya harus kita jaga sedemikian rupa agar selalu hidup dalam hati kita. Jangan biarkan hal-hal duniawi lebih mendominasi hidup kita dibandingkan dengan FirmanNya. Karena seberapa banyak hal-hal yang masuk dalam hidup kita, seperti itulah jalan kehidupan kita. Jika hal-hal duniawi lebih banyak masuk dalam pikiran/hati kita, maka kita akan bertindak dipengaruhi oleh keinginan daging. Tetapi jika lebih banyak Firman Tuhan yang masuk dalam hidup kita, maka Firman itu akan bertumbuh subur dan menjadi berbuah dalam hidup kita, sehingga setiap langkah kehidupan kita akan mencerminkan terang kasih Tuhan.
Dengan membaca Firman Tuhan setiap hari, maka kita menjaga FirmanNya tetap hidup di dalam hati kita.
2. "Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu" Ams 7:3
Tuhan juga memerintahkan untuk menambatkannya pada jari kita. Ini berarti bahwa kita harus membuat agar FirmanNya dapat lekat dalam hidup kita, dan tidak terlepas dari kehidupan kita. Jika ada sesuatu yang terikat pada jari kita maka kita akan selalu teringat akan benda tersebut. Tuhan juga mau agar kita selalu ingat bahwa ada Firman Tuhan yang selalu lekat dalam hati kita.
Untuk itu kita juga harus menuliskan segala firmanNya dalam loh hati kita, yaitu menjadikan FirmanNya sebagai rhema dalam kehidupan kita. Melakukan dan mempraktekkan Firman Tuhan dalam pekerjaan, kepada keluarga, lingkungan, teman dan lainnya, akan menjadikannya sebagai rhema dalam hidup kita. Dengan begitu kita tidak akan mudah lupa akan apa yang menjadi perintah Tuhan.
Langsung praktekkan setiap Firman Tuhan yang kita baca setiap hari, maka Firman itu akan senantiasa lekat dalam hidup kita, dan akan membawa berkat kehidupan bagi kita semuanya.
"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. " Amsal 1:7
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Kuasa Dari Puji-Pujian
"Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua" Kisah Para Rasul 16:25-26
Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, Roma, Rasul Paulus dan Silas dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya Paulus dan Silas dikenakan hukuman dera. Tetapi hal ini tidak membuat mereka berkecil hati. Mereka tidak kecewa ataupun putus asa dengan keadaan yang menimpa mereka. Justru iman mereka semakin dikuatkan melalui keadaan ini. Mereka tahu bahwa segala sesuatu pasti terjadi seturut dengan kehendak Tuhan.
Masalah dan pencobaan boleh datang, tetapi sebagai umatNya kita harus belajar seperti Paulus dan Silas. Dalam keadaan senang ataupun susah, bahkan dalam keadaan yang paling buruk sekalipun, kita harus tetap dapat mengucap syukur kepada Tuhan. "Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita" Ef 5:20. Jangan mengeluarkan keluhan ataupun sungut-sungut di hadapan Tuhan.
Paulus dan Silas berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Tuhan. Mereka bernyanyi dengan semangat dan suara yang keras sehingga orang-orang lainnya yang berada dalam penjara juga ikut mendengarnya. Paulus dan Silas benar-benar mengerti bahwa ada kuasa dalam puji-pujian. "Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel" Maz 22:4. Mereka mengerti bahwa ketika mereka menaikkan puji-pujian, maka kuasa Allah turun atas mereka. Kuasa Allah tercurah atas mereka dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan semua sendi-sendi penjara dan belenggu terlepas.
Pada saat masalah datang, naikkanlah puji-pujian kepada Allah. Dengan begitu kita membiarkan kuasaNya bekerja dalam kehidupan kita. Kuasa Allah akan melepaskan kita dari segala "penjara" yang mengurung kita atau "belenggu" yang mengikat kita. Penjara / belenggu berbicara mengenai suatu keadaan / kondisi yang begitu menghalangi kita untuk dapat bergerak bebas atau melangkah maju. Biarkan kuasa Allah turun untuk membebaskan hidup kita. Dia sanggup membuka jalan bagi setiap masalah dan problema kita.
Lewat kejadian yang dialami Paulus dan Silas itu, mereka dapat memenangkan kepala penjara dan seisi rumahnya. Tentunya hal ini bukan kebetulan. Tuhan mengijinkan Paulus dan Silas dipenjara untuk maksud tertentu, yaitu memenangkan jiwa-jiwa lebih banyak lagi bagi kemuliaan Tuhan.
Setiap masalah yang kita hadapi selalu membawa kita kepada berkat Tuhan yang berkelimpahan, jika kita bisa melaluinya. Jangan pernah menyerah pada saat-saat kesukaran. Terus pandang Yesus, dan naikkan puji-pujian bagiNya. Jangan melihat keadaan sekeliling yang sepertinya tidak mungkin ada jalan keluar. Kuasa Allah tiada batasnya, Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu semuanya menjadi mungkin di hadapan Allah. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" Luk 1:37
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, Roma, Rasul Paulus dan Silas dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya Paulus dan Silas dikenakan hukuman dera. Tetapi hal ini tidak membuat mereka berkecil hati. Mereka tidak kecewa ataupun putus asa dengan keadaan yang menimpa mereka. Justru iman mereka semakin dikuatkan melalui keadaan ini. Mereka tahu bahwa segala sesuatu pasti terjadi seturut dengan kehendak Tuhan.
Masalah dan pencobaan boleh datang, tetapi sebagai umatNya kita harus belajar seperti Paulus dan Silas. Dalam keadaan senang ataupun susah, bahkan dalam keadaan yang paling buruk sekalipun, kita harus tetap dapat mengucap syukur kepada Tuhan. "Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita" Ef 5:20. Jangan mengeluarkan keluhan ataupun sungut-sungut di hadapan Tuhan.
Paulus dan Silas berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Tuhan. Mereka bernyanyi dengan semangat dan suara yang keras sehingga orang-orang lainnya yang berada dalam penjara juga ikut mendengarnya. Paulus dan Silas benar-benar mengerti bahwa ada kuasa dalam puji-pujian. "Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel" Maz 22:4. Mereka mengerti bahwa ketika mereka menaikkan puji-pujian, maka kuasa Allah turun atas mereka. Kuasa Allah tercurah atas mereka dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan semua sendi-sendi penjara dan belenggu terlepas.
Pada saat masalah datang, naikkanlah puji-pujian kepada Allah. Dengan begitu kita membiarkan kuasaNya bekerja dalam kehidupan kita. Kuasa Allah akan melepaskan kita dari segala "penjara" yang mengurung kita atau "belenggu" yang mengikat kita. Penjara / belenggu berbicara mengenai suatu keadaan / kondisi yang begitu menghalangi kita untuk dapat bergerak bebas atau melangkah maju. Biarkan kuasa Allah turun untuk membebaskan hidup kita. Dia sanggup membuka jalan bagi setiap masalah dan problema kita.
Lewat kejadian yang dialami Paulus dan Silas itu, mereka dapat memenangkan kepala penjara dan seisi rumahnya. Tentunya hal ini bukan kebetulan. Tuhan mengijinkan Paulus dan Silas dipenjara untuk maksud tertentu, yaitu memenangkan jiwa-jiwa lebih banyak lagi bagi kemuliaan Tuhan.
Setiap masalah yang kita hadapi selalu membawa kita kepada berkat Tuhan yang berkelimpahan, jika kita bisa melaluinya. Jangan pernah menyerah pada saat-saat kesukaran. Terus pandang Yesus, dan naikkan puji-pujian bagiNya. Jangan melihat keadaan sekeliling yang sepertinya tidak mungkin ada jalan keluar. Kuasa Allah tiada batasnya, Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu semuanya menjadi mungkin di hadapan Allah. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" Luk 1:37
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
"Berbuah di Lidah ku.." ("Bear fruit in my tongue ..")
Janganlah sekali kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum hukum Mu (mazmur 119:43)
Firman Tuhan masuk melalui mata dan telinga kita, bertumbuh di dalam hati dan pikiran kita, kemudian berbuah. terutama melalui bibir mulut dan lidah kita. Orang lain bisa mendengar iman kita, orang lain bisa mendengar pengharapan kita, orang lain bisa mendengar bunyi kasih kita melalui tutur kata kita
Ketika kita mengucapkan kata kata yang bertentangan dengan firman Tuhan, ketika orang lain mendengar kita lebih banyak bergosip ria ketimbang bersaksi tentang pengalaman rohani kita, ketika kita mengucapkan kata yang telah menyakiti orang lain dan kita malah menganggap tidak ada sesuatu yang salah maka sebenarnya FIRMAN TUHAN sudah gugur buahnya sebelum matang dari lidah kita. karena itu pastikan bahwa kita sedang mengucapakan buah firman Tuhan bukan yang lain.
Hukum itu berkaitan dengan keadilan. karena itu perhatikan apa yang saudara ucapkan. apakah masih ada buah keadilan di sana? bila saudara selalu mengucapkan sesuatu yang adil, maka tentunya buah keadilan itu akan saudara praktekkan kepada rumah tangga saudara, teman sekerja saudara, apalagi sesama anggota jemaat dimana saudara bergereja. pastikanlah itu !
Doa: Tuhan ku ingatkan selalu Tuhan agar setiap perkataanku yang keluar tidak mendukakan Engkau, Biar perkataanku selalu mengengcourage orang lain bukan discourage, sehingga aku tidak menjadi batu sandungan. amin
Haleluyah.
-Solagratia-
Tuhan Berkati bangsa & negara Indonesia & seluruh Negara.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Firman Tuhan masuk melalui mata dan telinga kita, bertumbuh di dalam hati dan pikiran kita, kemudian berbuah. terutama melalui bibir mulut dan lidah kita. Orang lain bisa mendengar iman kita, orang lain bisa mendengar pengharapan kita, orang lain bisa mendengar bunyi kasih kita melalui tutur kata kita
Ketika kita mengucapkan kata kata yang bertentangan dengan firman Tuhan, ketika orang lain mendengar kita lebih banyak bergosip ria ketimbang bersaksi tentang pengalaman rohani kita, ketika kita mengucapkan kata yang telah menyakiti orang lain dan kita malah menganggap tidak ada sesuatu yang salah maka sebenarnya FIRMAN TUHAN sudah gugur buahnya sebelum matang dari lidah kita. karena itu pastikan bahwa kita sedang mengucapakan buah firman Tuhan bukan yang lain.
Hukum itu berkaitan dengan keadilan. karena itu perhatikan apa yang saudara ucapkan. apakah masih ada buah keadilan di sana? bila saudara selalu mengucapkan sesuatu yang adil, maka tentunya buah keadilan itu akan saudara praktekkan kepada rumah tangga saudara, teman sekerja saudara, apalagi sesama anggota jemaat dimana saudara bergereja. pastikanlah itu !
Doa: Tuhan ku ingatkan selalu Tuhan agar setiap perkataanku yang keluar tidak mendukakan Engkau, Biar perkataanku selalu mengengcourage orang lain bukan discourage, sehingga aku tidak menjadi batu sandungan. amin
Haleluyah.
-Solagratia-
Tuhan Berkati bangsa & negara Indonesia & seluruh Negara.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Selasa, 01 Desember 2009
"IMAN PENGHARAPAN DAN KASIH" (II)
2. Sukses yang pernah gagal ditengah jalan. Adalah raja Nebukadnezar (Daniel 4:10-37). Ia adalah raja Babel yang besar. Carangnya sampai ke mana-mana. Tapi ia menjadi sombong, menganggap apa yang ada padanya adalah hasil kekuatan tangannya sendiri, padahal semuanya itu telah di rancangkan Allah sebelumnya, (Yeremia 27:6). Kesombongan Nebukadnezar adalah awal kejatuhannya ~ Mazmur 31:24. Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. Beruntunglah dia, Allah masih membuka pintu kesempatan baginya untuk bertobat, sehingga ia mengalami pemulihan. 3. Sukses yang berakhir dengan kehancuran total. Adalah Lucifer. Malaikat Allah yang hampir sempurna seperti Allah karena kecongkakannya dia dibuang dari hadirat Tuhan selama-lamanya. Anak Tuhan yang menjadi besar, namun tidak berjaga-jaga dan berdoa senantiasa dapat jatuh dalam pencobaan (Matius 26:41). "Sebab musuh kita, si Iblis seperti "singa" yang mengaum-ngaum keliling mencari mangsa yang dapat ditelannya" (I Petrus 5:8). Biarlah kita tetap hidup takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Harap semua pembaca, setelah membaca dan merenung-renungkan maka engkau akan beruntung dan berhasil selama perjalanan hidup mengiring Tuhan. Semua orang yang melakukan dengan benar, tidak akan tersandung. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Haleluyah Amin.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
"IMAN PENGHARAPAN DAN KASIH" (I)
Matius 13:31-32 "Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." Biji sesawi adalah biji yang paling kecil dari segala jenis benih. Biji sesawi adalah, benih Firman Tuhan yang mempunyai kehidupan kalau ditabur ia akan hidup dan bertumbuh. Orang yang menerima taburan / mendengar Firman Tuhan akan tumbuh imannya. Orang bisa percaya Tuhan Yesus jika ia mendengar Firman Tuhan, bukti seseorang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMATnya, adalah kalau ia memberikan dirinya dibabtis. Sesudah dibaptis pasti akan terjadi perubahan-perubahan dalam hidupnya, sebab Roh Allah sendiri akan tinggal di dalam dia (I Korintus 6:19). Benih yang ditabur bisa mati dan bisa hidup sementara waktu saja. Bisa juga hidup serta bertumbuh menjadi luar biasa! (Matius 13:1-23). Benih yang ditabur hanya bisa hidup dan bertumbuh menjadi pohon yang besar, jika jatuh di tanah yang baik. Tanah yang baik adalah: "hati yang sungguh-sungguh terbuka, menerima Firman Tuhan". Sehingga Firman Tuhan tertanam dan bekerja dalam hatinya, ia mengaminkan Firman Tuhan, dengan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah iman yang hidup! Percaya kebenaran Firman Tuhan, memegang dan menjadikan patokan dalam semua segi kehidupan baik di dalam pikiran, perkataan dan perbuatannya. Jika mau rohaninya terus bertumbuh dengan baik, anak Tuhan harus : 1. Terus rindu Firman Tuhan yang murni. Seperti bayi yang baru lahir, rindu susu yang murni (I Petrus 2:2). 2. Senantiasa berdoa = terus berhubungan dengan Bapa di Sorga (Efesus 2:18). 3. Setiap hari memuji, menyembah serta mengucap syukur kepada Tuhan. Benih yang tumbuh pasti kelihatan ada perubahan. Yang dilihat bukan hanya sebutir benih saja, tapi sudah mulai ada perubahan, ada tunasnya, ada akarnya, ada rantingnya, ada daunnya. Anak Tuhan yang melakukan Firman Tuhan pasti akan nyata bedanya, nampak ada perubahan dalam hidupnya, sebab yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang (II Korintus 5:17). Orang lain akan melihat perubahan itu, bahkan juga ikut merasakan hasilnya. Kalau dahulu ada masalah suka bersungut-sungut, sekarang tidak lagi "mengomel", tetapi malah mengucap syukur dan memuji-muji Tuhan. Yang tadinya waktu mengalami persoalan mencari pemecahannya dengan datang pada manusia yang lain supaya di tolong, sekarang begitu persoalan datang langsung lari di kaki Tuhan dalam doa dan penyembahan, INILAH PENGHARAPAN. Sekalipun hidup yang dijalani sungguh sukar dan sulit, tapi hatinya terus berpegang teguh pada Allah sumber pengharapannya, sehingga keluar pujian dan ucapan syukur, damai sejahtera dan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Roma 15:13). Benih yang tumbuh menjadi pohon, tadinya akan mengalami proses. Kena terpa angin, hujan, bahkan mungkin juga akar-akar pohon lain disekitarnya mulai menjepit akarnya. Jika ia bertahan ia akan menjadi pohon yang besar. Anak Tuhan yang sungguh-sungguh pada Tuhan, bukan berarti lepas dari semua masalah hidup dan tak punya beban apa-apa dalam hidupnya. Tapi tenang jangan kuatir, bukankah Roh Allah sendiri, "Roh Penolong" yang diutus Bapa itu di dalam hidup kita? Untuk memimpin dan melindungi kita di sepanjang perjalanan hidup kita. Bahkan melenyapkan semua musuh kita (Keluaran 23:20-23). Sekalipun masalah hidup datang silih berganti, ataupun kemelut hidup seperti tak ada akhirnya. Tetaplah memberi dirimu dipimpin oleh Roh Kudus, untuk tetap melakukan "sejutaku" ("SETIA, JUJUR, TAAT, dan KUDUS") dihadapan Tuhan. INILAH "KASIH", yang membuat kita untuk terus berpegang perintah Allah. Dan Taat melakukan kehendak-Nya, sampai Tuhan menyatakam diri, menyatakan kemuliaan-Nya kepada kita (Yohanes 14:21). Akhirnya: biji sesawi telah menjadi pohon yang besar dan membuat burung-burung bersarang padanya. Burung-burung yang membuat sarang adalah simbol si jahat/Iblis yang mendapat kesempatan bercokol di tengah-tengah kehidupan dan menyebabkan kejatuhan di dalam dosa. Jika seseorang sudah menjadi besar, maka yang paling mudah bersarang adalah "kesombongan". Kesombongan adalah awal kehancuran. Mari kita ambil pelajaran dari 3 contoh yang Allah sediakan bagi kita: 1. Sukses yang bertahan adalah, raja Daud. Ia selalu rendah hati sekalipun punya pengalaman yang sangat banyak, pengetahuan yang sangat luas, kekuatan sangat besar. Ia selalu ingat bahwa semua kemenangan dan kesuksesan yang telah di dapatnya selama ini adalah dari Tuhan. Itulah sebabnya setiap hendak memutuskan langkah-langkah dalam hidupnya, ia selalu bertanya kepada Tuhan lebih dahulu. Sebab itu ia mendapat kasih karunia yang lebih besar lagi dari Tuhan, dan kerajaannya semakin kokoh.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
SUKACITA PENUAIAN
Mazmur 126:5-6 "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang berjalan maju dengan menanggis sambil menabur benih, pasti pulang dengan membawa berkas-berkasnya"
Ada seorang pengijil yang memberitakan Injil pada suatu suku tertentu. Dalam pelayanannya terdapat seorang perampok yang suka membunuh, dia tdk senang kepada pengijil itu dan sering kali menggangu, Bahkan si perampok itu membunuh anak dari penginjil tersebut.
Meskipun anaknya di bunuh, pengijil itu tetap melakukan pelayanan itu dengan setia dan tdk menyimpan dendam terhadap perampok itu, bahkan terus mendoakannya supaya menerima Kristus, dan berbuat baik kepadanya. Si perempok lambat laun tertarik akan kebaikkan hati pengijil itu. Diam-diam ia menghadiri kebaktian yang diadakan si pengijil, dan pada akhir ibadah, perampok itu bertobat dan minta ampun kepada Tuhan atas perbuatannya selama ini. Pengijil itu menuntun perampok tersebut pada pertobatan dalam Kristus Yesus.
Alkitab mencatat bahwa firman Tuhan yang keluar dari mulut Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki, dan akan berhadil dalam apa yang Tuhan suruhkan kepadanya. Hal itu seumpana hujan yang turun dari langit dan tidak akan kembali kesitu, melainkan mengairi ke bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan memberikan benih kepada penabur dari roti kepada orang yang mau memakan (Yesaya.55:10-11).
Apakah yang menjadi pergumulan saudara???
Apakah suami/istri/anak/famili/kawan/tetangga agar mereka terpanggil mengenal Tuhan Yesus??? Jangan bosan-bosan "menaburi" mereka dengan doa dan firman Allah, bahkan air mata. Suatu waktu kita akan menuai dengan bersorak-sorai bahkan tuaian itu sangat banyak.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Ada seorang pengijil yang memberitakan Injil pada suatu suku tertentu. Dalam pelayanannya terdapat seorang perampok yang suka membunuh, dia tdk senang kepada pengijil itu dan sering kali menggangu, Bahkan si perampok itu membunuh anak dari penginjil tersebut.
Meskipun anaknya di bunuh, pengijil itu tetap melakukan pelayanan itu dengan setia dan tdk menyimpan dendam terhadap perampok itu, bahkan terus mendoakannya supaya menerima Kristus, dan berbuat baik kepadanya. Si perempok lambat laun tertarik akan kebaikkan hati pengijil itu. Diam-diam ia menghadiri kebaktian yang diadakan si pengijil, dan pada akhir ibadah, perampok itu bertobat dan minta ampun kepada Tuhan atas perbuatannya selama ini. Pengijil itu menuntun perampok tersebut pada pertobatan dalam Kristus Yesus.
Alkitab mencatat bahwa firman Tuhan yang keluar dari mulut Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki, dan akan berhadil dalam apa yang Tuhan suruhkan kepadanya. Hal itu seumpana hujan yang turun dari langit dan tidak akan kembali kesitu, melainkan mengairi ke bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan memberikan benih kepada penabur dari roti kepada orang yang mau memakan (Yesaya.55:10-11).
Apakah yang menjadi pergumulan saudara???
Apakah suami/istri/anak/famili/kawan/tetangga agar mereka terpanggil mengenal Tuhan Yesus??? Jangan bosan-bosan "menaburi" mereka dengan doa dan firman Allah, bahkan air mata. Suatu waktu kita akan menuai dengan bersorak-sorai bahkan tuaian itu sangat banyak.
Jemaat Blessing Family Centre Ministry
Langganan:
Postingan (Atom)