Minggu, 17 Januari 2010

TUHAN MEMELIHARA KEHIDUPAN UMATNYA

Manusia gagal menjalani kehidupan ini, karena dalam melakukan segala aktivitas selalu berpusat kepada diri sendiri, mengandalkan diri sendiri, dan semua kehendak, keinginan dan rencana yang dibuat harus terlaksana. Hal ini mengakibatkan banyak orang menjadi stres, takut menghadapi kehidupan, khawatir dalam segala sesuatu dan tidak semangat dalam menjalani hari-hari yang sangat sukar bahkan putus asa dan bunuh diri. Ini semua dikarenakan tidak ada rasa percaya dalam diri bahwa semua kehidupan yang dijalani adalah dalam rencana dan kehendak Tuhan. Bahkan banyak umat Tuhan tidak lagi percaya bahwa seluruh kehidupan manusia ada dalam pemeliharaan Tuhan.

Mempelajari kisah kehidupan Yusuf amatlah menarik bagi kita untuk menjadikannya sebagai suatu pelajaran di dalam menjalani kehidupan ini. Di dalam seluruh aspek kehidupan Yusuf, Tuhan selalu menyertai dia. Ini dikarenakan Yusuf seorang yang takut akan Tuhan dan selalu ingat akan perintahNya dan melakukannya dengan segenap hati. Ketika dia diperlakukan tidak baik oleh saudara-saudaranya, dia tetap mengasihi mereka, bahkan ketika mereka menjual Yusuf kepada orang Mesir dia tidak mendendam dan membalas kejahatan mereka dengan kejahatan, karena Yusuf tahu bahwa semua yang terjadi atas dirinya adalah bagian dari rencana Tuhan untuk memelihara kehidupannya dan bangsanya. (Kejadian 45:5) Hal ini berdampak pada sikap Yusuf dalam menjalani kehidupannya yang begitu sukar dan menyedihkan. Walaupun dia tidak tahu bagaimana kehidupannya kelak karena dia seorang budak, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memelihara kehidupannya sehingga dia tetap semangat dan tidak putus asa dalam menjalani kehidupannya sebagai seorang budak yang hina dan tidak berharga.

Saudara, memang jalan hidup yang dialami merupakan suatu misteri bagi kita. Kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita kelak, tidak tahu ada apa dibalik semua peristiwa yang dialami. Kita hanya dapat mengira-ngira, kita hanya dapat merencanakan segala sesuatu hal sesuai kemampuan manusia yang terbatas. Ketika mengalami suatu keadaan yang sukar, kita hanya dapat mengeluh, kita hanya dapat menggerutu, kita hanya dapat bersungut-sungut dan lain sebagainya. Ini semua terjadi karena kita tidak memahami maksud dan rencana Tuhan atas kehidupan kita. Kita hanya terfokus kepada rencana yang kita buat, terfokus kepada kehendak diri kita sendiri dan tidak pernah berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehidupan kita adalah selalu dalam rencana dan pemeliharaan Tuhan. Hal ini akan mengakibatkan hati kita menjadi terombang ambing dan gampang terjerumus kepada hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan serta gampang menjadi putus asa. Sebagai umat Tuhan, satu hal yang perlu diingat dan dipahami dalam menjalani kehidupan ini adalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya yang selalu mengandalkan dan menaruh harapan kepadaNya. Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan seseorang selalu dalam kendali dan dalam rencananya Tuhan. Seperti Yusuf diangkat Tuhan dari seorang budak yang tidak berharga menjadi seorang yang besar karena dia selalu bersandar, berharap dan takut akan Tuhan serta mengerti rencana Tuhan dalam kehidupannya, demikian juga kita umat Tuhan harus selalu bersandar, berharap dan takut akan Tuhan serta mengerti rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu memelihara kehidupan kita baik susah maupun senang sehingga kita dapat menjalani kehidupan yang begitu sukar sekalipun dan tidak akan mudah goyah dan putus asa. Tuhan memelihara kehidupan umatNya. Tuhan Yesus memberkati.Amin.

BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar